4 Tujuan Utama Steril Kucing Betina!

Steril Kucing Betina

Halo pets lover, bagaimana kabar kalian semuanya? Semoga sehat selalu ya! Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang steril kucing betina. Sterilisasi kucing merupakan prosedur pembedahan yang berfungsi untuk mencegah kucing betina dan jantan bereproduksi. Untuk kucing jantan, testis diangkat, yang merupakan sumber utama hormon testosteron, sehingga kadar hormon ini turun setelah operasi.

Sementara untuk steril kucing betina, pengangkatan ovarium bisa dilakukan dengan ovariektomi. Lalu pengangkatan ovarium dan rahim dilakukan dengan teknik yang bernama ovariohisterektomi. Setelah disterilisasi, kucing tidak akan hamil lagi. Adapun juga tujuan dari sterilisasi kucing, berikut beberapa tujuannya:

  1. Mengontrol populasi
    Pensterilan mampu mencegah kucing mengalami kehamilan, terutama pada seseorang yang tidak ingin kucingnya bertambah banyak. Musim kawin pertama terjadi saat kucing berusia sekitar 6 bulan.
  2. Menurunkan keinginan kucing untuk berkeliaran
    Hal ini mampu menurunkan risiko untuk alami kecelakaan lalu lintas atau cedera.
  3. Mengurangi perkelahian
    Kucing jantan aktif memiliki hormon untuk mencari pasangan dan mempertahankan wilayahnya. Steril kucing dapat mengurangi naluri ini.
  4. Rumah yang lebih bersih
    Kucing jantan sering menyemprotkan urin mereka untuk menandai wilayahnya. Kebiri dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan kebiasaan tersebut.

Berapa Biaya Untuk Steril Kucing Betina?

Berapa Biaya Untuk Steril Kucing Betina?

 

Biaya steril kucing bergantung kepada jenis kelamin kucing, biasanya biaya steril kucing betina lebih mahal jika kita bandingkan dengan kucing jantan. Biaya steril kucing juga tergantung pada ras dan tempat di mana dilakukan sterilisasi. Lalu berapa biaya untuk steril kucing betina?

Penting untuk mengetahui biaya steril kucing sebelum berangkat mensterilkan kucing kalian. Biaya steril kucing jantan lebih murah karena prosesnya yang lebih mudah dan singkat. Untuk kucing jantan ras kampung atau kucing domestik yakni berkisar Rp300.000-Rp350.000. Sedangkan kucing jantan ras yakni berkisar Rp400.000-Rp450.000. Sedangkan untuk biaya steril kucing betina lokal atau domestik yaitu sekitar Rp400.000 – Rp550.000. Selanjutnya untuk biaya kucing betina ras yakni Rp550.000-Rp 1000.000. Biaya tersebut sudah termasuk biaya ranap inap selama 3 hari.

Kapan Sebaiknya Steril Kucing Betina?

Kapan Sebaiknya Steril Kucing Betina?

 

Banyak nih yang bingung tentang kapan sebaiknya steril kucing betina? Maka dari itu aku akan memberitahu kalian tentang persyaratan mensterilisasi kucing, berikut ini beberapa persyaratannya:

  1. Kucing berumur minimal 6 bulan
    Di Indonesia, dokter menyarankan anak kucing minimal berumur 6 bulan. Untuk sterilisasi kucing jantan minimal kucing berumur 6 bulan dan testisnya terlihat jelas. Sedangkan untuk kucing betina, syarat umur minimal 6 bulan juga berlaku. Ketika berusia 6 bulan ovarium kucing betina sudah terbentuk dengan sempurna sehingga proses pengangkatan rahim akan 100% berhasil dan tidak meninggalkan sisa.
  2. Kucing keadaan sehat
    Kucing betina maupun kucing jantan harus dalam kondisi yang sehat. Kucing yang sehat akan lebih cepat pulih setelah sterilisasi. Karena beberapa kucing kadang mengalami drop setelah operasi. Apabila kucing belum pernah menerima vaksinasi, sistem kekebalannya akan menurun. Karena itu, kucing akan mudah terinfeksi penyakit. Lain halnya jika kucing telah tervaksin, kucing akan lebih sehat dan sistem imunitasnya juga semakin kuat.
  3. Kucing tidak dalam keadaan hamil
    Perlu kita ketahui bahwa proses sterilisasi tidak boleh dilakukan saat kucing betina sedang mengalami kehamilan. Karena saat proses sterilisasi kucing betina, dokter hewan akan mengangkat rahim/ovariumnya. Pada saat mengandung, rahim itu telah terisi oleh janin kucing. Apabila rahimnya sudah dokter ambil, janin di dalam kucing tersebut akan mati. 
  4. Kucing tidak dalam kondisi birahi
    Kucing mempunyai siklus birahi yang berbeda-beda. Kalian harus berkonsultasi dengan dokter hewan terlebih dahulu untuk menentukan waktu yang tepat. Saat sedang dalam keadaan birahi hormon reproduksi dan metabolismenya sedang dalam kondisi yang tidak stabil. Jadi, waktu penyembuhannya akan melambat. Adapun penyebab kenapa kucing masih birahi setelah disterilisasi, berikut ini adalah beberapa penyebabnya:
  5. Dokternya yang kurang teliti saat mengoperasi
    Hormon birahi masih ada yang tersisa di dalam tubuh kucing
  6. Berat badan kucing ideal
    Kucing yang ingin di sterilisasi sebaiknya dalam keadaan berat badan yang ideal. Dokter hewan di Indonesia biasanya mensyaratkan berat minimal kucing untuk disterilisasi adalah 3 kg. Mengapa demikian? Karena kucing yang sehat dan memiliki berat badan ideal penyembuhannya lebih cepat. Sedangkan jika kucing kurus metabolismenya tidak kuat dan sering terjangkit penyakit atau malnutrisi. 

Bagaimana Proses Steril Kucing Betina?

Bagaimana Proses Steril Kucing Betina?

 

Banyak yang bertanya-tanya tentang bagaimana proses steril kucing betina? Berikut adalah langkah-langkah steril kucing betina:

  1. Kucing sudah memenuhi prasyarat sterilisasi pengangkatan rahim.
  2. Dokter melakukan bius total kepada kucing agar operasi berjalan dengan lancar.
  3. Kucing betina yang sudah terbius akan berpindah ke meja operasi.
  4. Dokter hewan bersama dengan asistennya akan memulai pembedahan menggunakan pisau operasi.
  5. Dokter akan mencari ovarium dan uterus kucing betina dengan teliti. 
  6. Setelah letak ovarium sudah terkonfirmasi, dokter akan melakukan proses operasi pengangkatan.
  7. Setelah tindakan medis steril kucing selesai dokter lakukan, dokter hewan akan menjahit kembali perut kucing betina dan membersihkan sisa-sisa operasi.
  8. Kucing yang telah selesai terangkat rahimnya, dokter akan membawanya ke ruang perawatan.
  9. Selesai.

Nah gimana? Kalian sudah paham kan tentang steril kucing betina. Semoga artikel ini dapat membantu menjawab pertanyaan teman-teman sekalian ya, terima kasih telah membaca.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *